Kamis, 01 Maret 2012

prestasi persib

Prestasi

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah dalam pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

 Nasional

 Liga

Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985
Juara (1): 1994–95

 Piala

  • Piala Persija
Juara (1): 1991
  • Piala Kang Dada
Juara (1): 2008

 Internasional

Perempat Final (1): 1995

Sabtu, 28 Januari 2012

awal terjadinya permusuhan viking vs the jak

                                                              Versus        

Banyak yang tidak tahu dan bertanya, bagaimana sebenarnya permusuhan Viking dengan the jak bermula. Mengapa timbul rasa benci dalam benak masing-masing dari mereka. Hingga kini, keduanya masih saja berseteru. Bahkan semakin meruncing.
Penyebabnya sepele dan manusiawi, rasa iri. Iri hati dan sirik inilah yang membuat keduany…a bermusuhan. Rentang waktu 1985 hingga 1995 adalah masa keemasan Persib. Sementara Viking yang berdiri tahun 1993 begitu setia mendukung klub kebanggaan warga Jawa Barat itu. Dimanapun Persib bermain, disana pasti ada Viking. Termasuk jika bermain di Jakarta. Semua menjadi lautan biru.
Inilah yang membuat anak muda ibukota iri. Selain kejayaan Persib kala itu, kesetiaan Viking membuat hati mereka panas. Saat itu muda-mudi betawi baru mampu membentuk kolompok kecil bernama Persija Fans Club. Walaupun begitu, kebesarkepalaan mereka sudah sangat menjadi. Hingga terjadilah insiden di stadion Menteng. Saat Persija menjamu Maung Bandung pada Liga Indonesia ke-2. Viking membirukan Ibukota dengan sekitar 9000 anggotanya. Sementara Persija Fans Club hanya berjumlah tak lebih dari 1000 orang. Rupanya bocah-bocah betawi itu tak rela kandangnya dikuasai supporter kota lain. Mereka pun membuat ulah. Seakan lupa jumlah mereka tak lebih dari 10% anak-anak Bandung. Hingga akhirnya, mereka mendapatkan akibatnya. Dengan kuantitas yang hanya satu tribun VIP, lemparan batu diarahkan Viking pada lokasi mereka menonton. Dan itu dilakukan Viking di Jakarta. Hal yang tidak berani dilakukan bocah Jakarta di Kota Kembang.
Singkat cerita, pada tahun 1997, muda-mudi ibukota ikut-ikutan membentuk perkumpulan supporter. Mereka menamakannya the jakmania. Kebodohan the jak terekspos keseluruh negeri ketika mereka tak berdaya menghadapi Viking dalam kuis Siapa Berani. Kuis yang menguji wawasan dan kemampuan berpikir. Itu merupakan edisi khusus kuis Siapa Berani, edisi supporter sepak bola. Menghadirkan Viking, the jak, Pasoepati (Solo), Aremania, dan ASI (Asosiasi Suporter Indonesia). Pemenangnya, Viking. Perwakilan Viking berhasil melewati babak bonus dan berhak atas uang tunai 10 juta rupiah. Seperti biasanya, rasa iri dari the jak muncul. Malu dikalahkan di kotanya sendiri, ketua the jak saat itu, Ferry Indra Syarif memukul Ali, seorang Viker yang menjadi pemenang kuis. Sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ketua. Ketuanya saja begitu, apalagi anak buahnya?
Kejadian itu terjadi di kantin Indosiar, ketika dilangsungkannya acara pemberian hadiah. Kontan keributan sempat terjadi, namun berhasil diatasi. Kesirikan the jak tak sampai disitu. Mereka menghadang rombongan Viking dalam perjalanan pulang menuju Bandung, tepatnya di pintu tol Tomang. Anak-anak Bandung yang berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan dua mobil Mitsubishi Colt milik Indosiar dan satu mobil Dalmas milik kepolisian. Ketiga mobil ini dihadang sebuah Carry abu-abu. Dua lolos, namun nahas bagi salah satu Mitsubishi Colt yang ditumpangi para anggota Viking. Mobil itu terperangkap gerombolan the jak. Kontan, mobil dirusak, Viking disiksa, dan uang para pendukung pangeran biru itu pun dijarah. Termasuk handphone dan dompet mereka. Tercatat sembilan anggota Viking mengalami luka-luka. Tiga diantaranya terluka parah. Namun sayang, pihak kepolisian lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam menangkap the jak yang merampok dan menganiaya anggota Viking Persib Club.
Hingga saat ini perseteruan kedua kelompok supporter itu masih terus berlanjut. Viking, yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia, memiliki kreatifitas tinggi, terbukti dengan julukan “Bandung kota mode, musik, dan seniman” (bahkan the jak pun belanja ke Bandung), dengan the jak yang memiliki title kota ibukota. Entah kapan ini berakhir…
Menarik sekali membahas pertemuan Persib dan Persija karena dua klub ini merupakan dua klub legendaris dan memiliki sejarah besar sejak zaman Perserikatan dulu. Aroma klasik dan dendam selalu mewarnai pertandingan ini. Mungkin tensi pertandingan ini setara dengan Inter vs Juventus di Serie-A atau Barcelona vs Real Madrid di La Liga.
Berbicara tentang klub, tentu tak lepas dari suporter. Ini yang cukup menarik. The Jak dan Viking sejak dulu selalu berseteru di dalam dan luar lapangan. Teror kepada pemain Persib dan Persija selalu terjadi setiap kedua tim itu bermain di Bandung ataupun Jakarta. Bentrokan antar kedua kubu acapkali terjadi. Bagaimana awal mula perseturuan kedua kubu itu berasal?? Ada beragam versi. Baca aja komen-komen di bawah. Saya juga bingung jadinya. Viking menyalahkan The Jak, The Jak menyalahkan Viking.
Hmmm.. apakah hanya Viking musuh The Jak? Setelah saya “berjalan-jalan” di dunia maya ternyata bukan hanya Viking yang membenci The Jak. Bonek, La Viola, Persipura mania, kabomania, bahkan North Jak yang sekota dengan The Jak pun sangat membenci suporter oranye itu.. Mungkin ini salah satu alas an viking membenci the jak?? Bisa dibilang musuh the jak sahabat viking, sahabta The Jak berarti musuhnya Viking.
Ditambah lagi ada film Romeo-Juliet yang kontroversial justru memperparah permusuhan The Jak dan Viking. Patutkah Kebencian Ini terus ada??? Rasanya memang susah menghapuskan luka dan dendam yang sudah ada. Memang permusuhan itu harus tetap ada tapi hanya sebatas di lapangan. Lihatlah Barcelonista dan Madridista, permusuhan mereka hanya di lapangan atau pun sebatas di website, hanya saling ejek. Tak pernah ada bentrok fisik, suporter bisa datang ke Madrid atau Barcelona. Tak pernah ada bentrokan. Atau lihat antara Milanisti dan Interisti. Saat Milan tak lolos Liga Champions, Interisti sangat puas dan mengejek AC Milan. Saat musim ini Milan tanpa gelar, Interisti membentangkan spanduk Milan Merda (merda= ejekan bahasa Italia) dan juga Zero Tituli (nol gelar) untuk mengejek Milan bukan mengejek Milanisti. Tapi mereka tetap bisa hidup rukun dalam satu kota. Bahkan saat derby berlangsung jarang sekali sada bentrokan. Kedua suporter bisa menonton dengan tenang.
Mengapa begitu? Karena di luar negeri berbeda dengan di sini. Di saana yang dibenci klubnya, kalo di sini yang dibenci suporternya. Interisti membenci AC Milan dan Juventus tapi tidak membenci Milanisti dan Juventini. Bisa diliat di FB pun ada grup anti Juventus dan antiMilan bukan anti Milanisti ataupun anti juventini.
Kalo di kita yang dibenci lebih pada suporternya bukan pada klubya. Ada grup antiViking, anti Jakmania. Bukan anti Persija atau anti Persib.

Sabtu, 24 Desember 2011

JADWAL PERSIB 2011-2012

Putaran I
03 Des 2011 PERSIB vs Persiram         Home
07 Des 2011 PERSIB vs Sriwijaya FC
Home
12 Des 2011 Deltras vs PERSIB
Away
17 Des 2011 Persidafon vs PERSIB
Away
05 Jan 2012 PERSIB vs PSAP
Home
09 Jan 2012 PERSIB vs PSMS
Home
14 Jan 2012 Mitra Kukar vs PERSIB
Away
17 Jan 2012 Persisam vs PERSIB
Away
24 Jan 2012 PERSIB vs PSPS
Home
29 Jan 2012 PERSIB vs Persija
Home
05 Feb 2012 Pelita Jaya vs PERSIB
Away
15 Feb 2012 Persiwa vs PERSIB
Away
19 Feb 2012 Persipura vs PERSIB
Away
11 Mar 2012 PERSIB vs Persela
Home
15 Mar 2012 PERSIB vs Arema
Home
19 Mar 2012 Gresik United vs PERSIB
Away
24 Mar 2012 Persiba vs PERSIB
Away

Putaran II
10 Apr 2012 PERSIB vs Gresik United
Home
14 Apr 2012 PERSIB vs Persiba
Home
29 Apr 2012 Persela vs PERSIB
Away
03 Mei 2012 Arema vs PERSIB
Away
07 Mei 2012 PERSIB vs Persiwa
Home
11 Mei 2012 PERSIB vs Persipura
Home
28 Mei 2012 PERSIB vs Pelita Jaya
Home
10 Jun 2012 Persija vs PERSIB
Away
14 Jun 2012 PSPS vs PERSIB
Away
22 Jun 2012 PERSIB vs Mitra Kukar
Home
26 Jun 2012 PERSIB vs Persisam
Home
02 Jul 2012 PSMS vs PERSIB
Away
07 Jul 2012 PSAP vs PERSIB
Away
14 Jul 2012 PERSIB vs Deltras
Home
18 Jul 2012 PERSIB vs Persidafon
Home
25 Jul 2012 Persiram vs PERSIB
Away
29 Jul 2012 Sriwijaya FC vs PERSIB
Home

TIM PERSIB

NP NAMA PEMAIN
1 JENDRY C. PITOY
2 M. NASUHA
3 ZULKIFLI SYUKUR
4 WILDANSYAH
5 MAMAN ABDURAHMAN
6 ABANDA HERMAN
7 ATEP
9 AIRLANGGA SUTJIPTO
10 ZDRAVKO DRAGICEVIC
11 ROBERT MARK GASPAR
13 M. AGUNG PRIBADI
14 HENDRA RIDWAN
15 ALIYUDIN
16 TONY SUCIPTO
17 MUHAMMAD ILHAM
18 JAJANG SUKMARA
20 BUDIAWAN
22 DADANG SUDRAJAT
23 DUDI SUNARDI
24 HARIONO
25 RIAN PERMANA
29 SIGIT HERMAWAN
30 RIZKY BAGJA
32 CECEP SUPRIYATNA
33 ANGGI INDRA PERMANA
44 ALDI RINALDI
50 MILJAN RADOVIC

Jumat, 04 November 2011

Risnandar Pemain Legenda Persib

Risnandar Soendoro
Risnandar adalah salah satu anggota dari klan Soendoro, selain Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, dan Giantoro. Dia merupakan salah seorang pemain belakang terbaik yang pernah dilahirkan PERSIB Bandung. Dilahirkan di Bandung pada tahun 1948, Risnandar memulai karier sepak bolanya bersama UNI pada tahun 1966. Setahun kemudian, dia sudah menjadi anggota tim PERSIB Junior dan dalam usia 20 tahun, tepatnya pada tahun 1968 sudah berkostum PERSIB senior. Pada tahun 1970, karier Risnandar semakin melesat ketika terpilih menjadi anggota skuad tim nasional.

Kendati tidak mampu mengantarkan PERSIB menjadi kampiun, prestasi individu Risnandar cukup menonjol. Setelah berkostum "Merah-Putih" di sejumlah turnamen dan pertandingan internasional, Risnandar dinobatkan sebagai pemain terbaik nasional oleh PSSI pada tahun 1973. Terpilihnya Risnandar sebagai pemain terbaik nasional Kompetisi Perserikatan 1972-1973 itu tergolong di luar dugaan. Selain prestasi PERSIB di putaran final "8 Besar" tidak terlalu bagus, karena hanya menempati peringkat ketujuh. Pada saat itu, sederet nama kondang tengah berkibar. Sebut saja Iswadi Idris, Sutan Harhara, Andjas Asmara, Risdianto, Andi Lala (Persija), Abdul Kadir, Rusdi Bahalwan, Jacob Sihasale, dan Waskito (Persebaya).

"Sangat membanggakan dinobatkan sebagai pemain terbaik di antara nama-nama besar pesepakbola nasional ketika itu," katanya.

Setelah malang melintang bersama PERSIB dan tim nasional, Risnandar akhirnya menyatakan gantung sepatu pada tahun 1978, ketika usianya masih 30 tahun. Setelah itu, dia melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Salah satu prestasi terbaik yang dicapainya yaitu mempromosikan PERSIB kembali ke Divisi Utama Kompetisi Perserikatan 1983 setelah terdegradasi pada tahun 1978.***

Zulkifli Syukur

PROFIL PEMAIN
Nama
Zulkifli Syukur
Lahir
3 Mei 1984
Makassar, Indonesia
Tinggi/Berat Badan
174 cm/67 kg
Posisi
Belakang
Nomor Punggung
3
Klub Sebelumnya
Arema
Bergabung ke PERSIB
2011


Dilahirkan di Makassar, 3 Mei 1984, Zulkifli Syukur mengawali karier profesionalnya di Pupuk Kaltim Bontang pada Liga Indonesia (LI) XII/2006. Setelah sempat hijrah ke Persmin Minahasa pada musim berikutnya, nama Zulkifli mulai berkibar bersama Arema Malang di era Liga Super Indonesia (LSI) pada tahun 2008. Di klub berjuluk "Singo Edan" tersebut, Zulkifli menjelma menjadi bek kanan terbaik di Tanah Air.

Persembahan terbaik Zulkifli bersama Arema adalah mahkota juara LSI 2009-2010. Setelah sukses mengantarkan Arema menjadi kampiun, Zulkifli pun mulai dilirik pelatih tim nasional Alfred Riedl yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala AFF 2010 di Jakarta. Bersama tim "Merah-Putih", Zulkifli memulai debutnya pada tanggal 21 November 2010, ketika Timnas menghantam Timor Leste 6-0 dalam sebuah laga persahabatan internasional di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang.

Sejak saat itu, Zulkifli menjadi langganan tim nasional. Posisinya di bek kanan, praktis tak tergantikan. Termasuk ketika estafet kepelatihan Timnas berganti ke tangan pelatih asal Belanda Wim Rijsbergen pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Menjelang Liga Prima Indonesia (LPI) 2010-2011, Zulkifli memutuskan untuk menerima pinangan PERSIB yang kali ini ditangani pelatih asal Kroasia, Drago Mamic. Seperti bersama Arema, Zulkifli pun punya ambisi meraih trofi tertinggi bersama tim kebanggaan bobotoh ini.

Untuk itu, ia berjanji menunjukkan totalitas ala Makassarnya. "Saya memang tidak akan pernah melupakan Arema dan Malang. Klub dan kota itulah yang telah membesarkan saya. Tapi, sekarang saya sudah menjadi pemain PERSIB. Sebagai pemain profesional, saya harus total untuk membantu tim ini menjadi juara," kata pemain bernomor punggung 3 ini.***

Airlangga

PROFIL PEMAIN
Nama
Airlangga Sutjipto
Lahir
22 November 1985
Jakarta, Indonesia
Tinggi/Berat Badan
171 cm/67 kg
Position
Striker
Squad Number
9
Klub Sebelumnya
Deltras Sidoarjo
Bergabung ke PERSIB
2008
AIRLANGGA merupakan satu-satunya striker PERSIB Bandung pada musim 2010-2011 yang dipertahankan manajemen klub tim kebanggaan bobotoh ini pada musim 2011-2012. Selain dianggap loyal, pemain kelahiran Jakarta, 22 November 1985 ini, mampu menunjukkan performa dan kontribusi terbaiknya pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011. Meski status sebagai pemain pengganti yang sudah disandangnya sejak bergabung dengan PERSIB pada LSI 2008-2009 masih tetap melekat, Airlangga menyumbangkan 7 gol hanya dalam setengah putaran tersebut.

Setelah melakoni musim terbaik sepanjang karier profesionalnya, pemain jebolan SSB AS-IOP Jakarta ini berharap menjadi pilihan utama dalam skuad asuhan Drago Mamic. Untuk meyakinkan pelatih, selain latihan keras, Airlangga pun berjanji terus meningkatkan performa dan produktivitas golnya pada musim 2011-2012 ini. Hal itu wajib dilakukan Airlangga karena bayang-bayang sebagai pemain pelapis sepertinya belum mau menjauh menyusul kehadiran tiga striker anyar Zdravko Dragicevic (Montenegro), Aliyudin dan Sigit Hermawan (Persija Jakarta).

"Soal kontribusi buat tim, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik buat PERSIB. Itu juga yang akan saya lakukan pada musim ini," kata pemain yang merintis kariernya bersama Persiba Bantul di Divisi II Liga Indonesia (LI) 2004 ini. Selama berkiprah di kompetisi level tertinggi, Airlangga sudah mencetak 20 gol, 14 di LI/LSI dan 6 di ajang Piala Indonesia.***
 
Design by : Boedy Acoy | copyright@2010 | Support by : Blogger